Tangerang, Potretsatu.com - Kisah pilu dialami Nenek Nati. Di masa senjanya, dia harus menghabiskan waktunya dalam kesunyian.
Nenek berusia 70 tahun ini tinggal seorang diri di rumahnya yang tidak layak huni di Kampung Pulo haji kicang RT 006/03 Desa Gempol sari, Kecamatan Sepatan timur, Kabupaten Tangerang Banten.
Dia menjalani hari-hari seorang diri tanpa suami maupun anak di sisinya. Sang suami sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Sementara anaknya tinggal di Desa lain bersama istri,sehingga membuat suasana rumahnya kerap sepi.
Ditengah kondisi fisiknya kian renta termakan usia, Nenek Nati masih tetap menjalankan aktifitas dengan kerja serabutan demi menyambung hidup. Terkadang, para tetangganya yang merasa iba juga datang memberi makanan.
Yang lebih memperihatinkan, kondisi rumah tempat bernaung Nenek Nati pun jauh dari kata layak. Hanya berupa bangunan gubug berlantai tanah dengan dinding bilik dan atap yang bolong sehingga jika hujan turun rumahnya selalu becek.
Seperti pada musim hujan akhir tahun 2025 ini menjadi hal yang paling menyiksa buat Nenek Nati, apalagi jika hujan turun malam hari. Rumahnya bocor dan air hujan masuk rumah.
Terkadang, tubuhnya yang sudah renta itu menggigil menahan hawa dingin. Hujan membuatnya tak bisa nyenyak tidur. Selain karena dingin, juga karena khawatir rumahnya roboh sewaktu-waktu.
"Apalagi kayu-kayunya, tiangnya, atapnya sudah lapuk. Kalau hujan angin nggak bisa tidur, khawatir roboh, " ujar Nenek Nati, Jum'at 2 Januari 2026
Namun dalam kesendiriannya itu, dia harus bisa mandiri dalam segala hal. Meski tubuhnya tak lagi tegak, semangat nenek Nati tak pernah surut. Tanpa banyak mengeluh, dia membersihkan sisa air yang masuk ke rumahnya saat hujan reda.
Ia berharap nasib baik segera berpihak pada dirinya, terutama bisa mendapat bantuan bedah rumah agar satu-satunya harta yang dimiliki itu bisa layak huni.
"Semoga rumah saya bisa dibedah dan diperbaiki seperti rumah-rumah yang lain, " ungkapnya kepada awak media potretsatu.com
