Melalui Korvei Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Desa Kampung Kelor ‎



‎Tangerang, Potretsatu.com - Pemerintah Kecamatan Sepatan timur terus menggalakkan budaya peduli lingkungan melalui program korve. Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Tangerang, kegiatan tersebut dilaksanakan serentak  sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

‎Di Desa Kampung Kelor, kegiatan dipusatkan di sepanjang kali irigasi,Jumat (24/7/2026). Kali irigasi tersebut dipilih karena masih terdapat sejumlah titik yang tersumbat sampah dan berpotensi menimbulkan banjir saat hujan. 

‎Aksi gotong royong ini melibatkan unsur Kecamatan Sepatan timur, Tani Merdeka Indonesia DPK Sepatan timur, dan PMI. 

‎Miftah Shuritho, S.STP.,MM Camat Sepatan timur mengatakan gerakan Jumat Bersih tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun budaya peduli kebersihan melalui keterlibatan langsung masyarakat.


‎"Tujuan utamanya bukan hanya membersihkan lingkungan hari ini, tetapi memberikan contoh kepada masyarakat agar ke depan memiliki kesadaran menjaga kebersihan secara rutin tanpa harus menunggu kegiatan yang dijadwalkan pemerintah," tuturnya. 

‎Menurut Camat Miftah,pembersihan difokuskan kali irigasi di desa kampung Kelor pada ruas sepanjang sekitar 1 kilometer. Selain karena kondisi kali yang tersumbat, lokasi tersebut juga atensi warga yang dimana saat musim hujan berdampak banjir. 

‎Melalui kerja bakti tersebut,sedikit demi sedikit tumpukan sampah yang menyumbat saluran berhasil diangkat sehingga air bisa mengalir, walaupun belum maksimal diatasi semua. Meski demikian, beberapa bagian kali masih memerlukan penanganan selanjutnya, kata Camat Miftah. 

‎Ditempat yang sama, Mewakili pengurus Tani Merdeka Indonesia DPK Sepatan timur, Suryono chapid menegaskan, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman, tegasnya. 

‎"Kami berharap gerakan ini menjadi budaya. Kalau lingkungan sudah dibersihkan tetapi tidak dijaga bersama, kondisinya akan kembali seperti semula. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi faktor yang paling penting," ungkapnya.

‎Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat, sekaligus meminimalkan risiko banjir akibat saluran air yang tersumbat sampah. (Vid)