Wayang Golek dan Debus Meriahkan Malam Satu Suro di Cijengir

Selama tiga malam berturut-turut, warga Kampung Cijengir RW 003 merayakan Tahun Baru Islam lewat syair, seni bela diri, dan pagelaran wayang meneguhkan tradisi yang terus hidup di jantung Kecamatan Curug.FOTO : Para pemain mengisi malam peringatan 1 Muharram 1448 H dengan atraksi seni tradisional, diiringi tabuhan kendang di hadapan warga RW 003, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug. (Foto: Potretsatu.com/Dok. Panitia PHBI).

Tangerang, POTRETSATU.COM - Tiga malam berturut-turut, halaman Masjid Al-Istiqomah RT 007, Kampung Cijengir RW 003, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, dipenuhi gelak tawa, takbir, dan dentum kendang. Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) setempat menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada 13 hingga 15 Juni 2026 merayakan tradisi yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat kampung ini.

Acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)  tahun ini mengangkat tema "Teguh Dalam Islam, Erat Dalam Seni, Cinta Kepada Sesama"

Rangkaian PHBI tahun ini tampil lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beragam kegiatan didigelar mulai dari santunan anak yatim piatu, kirab budaya mengelilingi kampung, pagelaran seni bela diri Pencak Silat TTKDH atraksi Debus, hingga puncak acara berupa pertunjukan wayang golek oleh grup Kodrat E. Taryana Putra Giri Loka tradisi tahunan yang selalu dinantikan warga.

FOTO : Terlihat kompak dan semangat para pemuda pemudi Kampung Cijengir dalam rangka memeriahkan PHBI 1448 H.

Sekilas Kegiatan PHBI 1448 H Kampung Cijengir Kelurahan Binong.

Lokasi     : Halaman Masjid Al-Istiqomah RT 007, Kampung Cijengir RW 003, Kel. Binong, Kec. Curug
Waktu     : 13–15 Juni 2026 (tiga malam berturut-turut)
Kegiatan : Santunan anak yatim, seni bela diri TTKDH, kirab budaya, atraksi debus, pagelaran wayang golek
Dalang      : Grup Kodrat E. Taryana Putra — Giri Loka
Ketua Panitia: Aan Andriyana, SE. FOTO : Aan Andriyana, SE Ketua panitia PHBI 1448 H. 

Antusiasme warga terlihat meluap sejak hari pertama. Tokoh masyarakat, tokoh agama, kaum muda, hingga anak-anak berbondong-bondong memadati panggung yang berdiri megah dengan tata cahaya penuh warna. Bagi sebagian warga, momen ini bukan sekadar hiburan ia adalah ritual tahunan yang menegaskan identitas komunitas Kampung Cijengir.Malam Puncak — Deretan wayang golek koleksi grup Kodrat E. Taryana Putra — Giri Loka berjajar di bibir panggung menjelang pagelaran. Pertunjukan ini menjadi puncak tiga malam peringatan 1 Muharram 1448 H di Kampung Cijengir. (Foto: Panitia PHBI).

"Semoga peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan keimanan, serta terus melestarikan seni dan budaya yang diwariskan para pendahulu."
kata Aan Andriyana, SE Ketua Panitia PHBI Kampung CCijengirFOTO :  Panitia PHBI 1448 H Kampung Cijengir terlihat foto bersama usai memberikan santunan dan sembako kepada anak yatim. 

Ketua Panitia, Aan Andriyana, SE, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai perayaan, tetapi sebagai medium penguatan keimanan, persatuan warga, dan pelestarian seni budaya yang menjadi bagian dari kearifan lokal Kampung Cijengir.

"Saya mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian acara, termasuk para donatur dari wilayah Kampung Cijengir dan sekitarnya. Penghargaan khusus ia sampaikan kepada Ade Tirta, yang disebut sebagai penggerak utama kalangan muda kampung dalam membangun semangat gotong royong di balik layar persiapan acara, " ujarnya. 

Dengan berakhirnya rangkaian PHBI 1448 H, masyarakat Kampung Cijengir menatap tahun baru Hijriah dengan keyakinan yang diperbarui bahwa nilai gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial akan terus menjadi fondasi kehidupan bersama, sebagaimana tradisi yang mereka jaga dari tahun ke tahun.(Harso).