Ironi Makan Bergizi Gratis : Dadan Cs Ditangkap, LBH ASN Sebut "Pengkhianatan Nyata Terhadap Anak Bangsa"




Jakarta,Potretsatu.com - Proyek mercusuar yang digadang-gadang menjadi penyelamat masa depan generasi bangsa, program Makan Bergizi Gratis (MBG), justru bertransformasi menjadi ladang korupsi yang memuakkan. Hanya berselang kurang dari 24 jam setelah dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi mengenakan rompi merah muda setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejaguang), Rabu petang.

Dadan tidak sendiri. Dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, turut digelandang ke tahanan atas dugaan penyimpangan tata kelola dan praktik culas jual-beli titik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) serta markup pengadaan.

Penangkapan ini memicu gelombang kemarahan publik. Bagaimana mungkin sebuah lembaga yang dibentuk dengan misi suci mengentaskan stunting dan memperbaiki gizi anak-anak sekolah, justru digerogoti oleh pimpinannya sendiri sejak dari hulu. Kejagung menduga ada praktik transaksional masif dalam penentuan titik-titik distribusi program yang bernilai triliunan rupiah tersebut.

Merespons skandal memalukan ini, Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Ampel Sakti Nusantara (LBH ASN), Fajar, S.H, melayangkan kritik yang sangat menohok. Menurutnya, tindakan Dadan cs bukan sekadar tindak pidana korupsi biasa, melainkan sebuah kejahatan kemanusiaan dan pengkhianatan terhadap komitmen moral negara.

"Ini adalah pengkhianatan nyata terhadap anak bangsa. Ketika jutaan anak sekolah di pelosok negeri menaruh harapan pada sepiring makanan bergizi, para elit di pucuk lembaga justru sibuk memotong anggaran dan memperjualbelikan proyek," ujar Fajar, S.H, Jum'at (05/06/2026)

Fajar juga menyoroti bagaimana sistem pengawasan internal di lembaga baru seperti BGN bisa kebobolan begitu cepat. Ia meminta Kejaksaan Agung tidak berhenti pada tiga pucuk pimpinan tersebut, melainkan menyisir hingga ke akar-akarnya, termasuk keterlibatan oknum ASN di bawahnya yang ikut memuluskan administrasi culas ini.

"Kami di LBH ASN selalu menekankan pentingnya integritas korps. Kasus Dadan cs ini mencoreng wajah birokrasi kita secara mendalam. Jangan sampai ada anggapan bahwa lembaga baru dibentuk hanya untuk membagi-bagi 'kue' anggaran. Kami mendesak Kejagung melakukan pembersihan total (total cleanse) di tubuh BGN," tegas Fajar.

Lebih lanjut, Fajar, S.H mengapresiasi langkah cepat Presiden yang langsung mencopot para pelaku, namun ia mengingatkan agar Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, segera melakukan audit forensik menyeluruh.


(Red)