Tangerang, POTRETSATU.COM - Bupati Tangerang Maesyal Rasyid “menagih hasil” dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah mendapat suntikan modal hingga Rp100 juta per KDKMP.
"Kita ingin melihat apakah koperasi yang mendapat support Rp100 juta per desa/kelurahan ini sudah berjalan lancar atau masih ada kendala," kata Maesyal saat Monitoring dan Evaluasi (monev) Triwulan I, di Aula Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tangerang, Rabu (15/4/2026).
Maesyal menegaskan, koperasi tidak boleh hanya sebatas terbentuk secara administratif. Tetapi harus benar-benar produktif dan memberi manfaat nyata. Dia juga menekankan pentingnya evaluasi untuk memastikan koperasi berjalan optimal. Terutama setelah mendapatkan dukungan permodalan dari pemerintah.
“Koperasi harus menunjukkan kinerja nyata, berjalan usahanya, dan memberikan manfaat langsung bagi anggota,” tegasnya di hadapan ratusan pengurus KDKMP.
Dia juga mendorong koperasi agar lebih agresif memanfaatkan potensi lokal di masing-masing wilayah. Mulai dari sektor pertanian, hortikultura, hingga peternakan. Produk-produk tersebut, kata dia, dapat menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan masyarakat, termasuk untuk program pemerintah.
“Koperasi bisa jalin kerja sama dengan para petani lokal. Kalau ada hasil panen pertanian, hortikultura, ternak ayam atau lele, itu bisa dimanfaatkan koperasi untuk disuplai ke program MBG,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Anna Ratna Maemunah menuturkan, monev difokuskan untuk memetakan persoalan koperasi secara lebih komprehensif. Mulai dari aspek kelembagaan, usaha, hingga sumber daya manusia.
“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi strategis untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan koperasi,” ujarnya. (don/harso).
