Tangerang, Potretsatu.com - Proyek Pprogram Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGA) di kampung Gaga kecil Desa Gempol sari Kecamatan Sepatan timur Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik. Pasalnya proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000 itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan dinilai mengabaikan standar keselamatan kerja.
Berdasarkan pantauan awak media potretsatu.com di lokasi, menilai kualitas material yang digunakan dalam pembangunan saluran irigasi tidak memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI) serta pekerjaan tanpa pengeringan air sebelum pemasangan batu sehingga dikhawatirkan mempengaruhi kekuatan bangunan.
Selain itu, proses pengerjaan juga disebut masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen untuk pencampuran material, yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas konstruksi.
Khawatir proyek tersebut tidak akan bertahan lama apabila kualitas pekerjaan tidak diperhatikan sejak awal.
“Kami melihat langsung di lapangan Kalau begini caranya, kami khawatir saluran irigasi ini tidak awet dan cepat rusak,” ujar warga yang tidak bisa disebutkan, Rabu (29/7/2026).
Warga menilai keberadaan saluran irigasi sangat penting bagi kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat. Karena itu, mereka berharap pembangunan dilakukan sesuai standar agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani dalam jangka panjang.
Di sisi lain, proyek tersebut juga mendapat sorotan terkait penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan pantauan di lapangan, para pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun sepatu kerja.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pekerja, terlebih pekerjaan konstruksi memiliki potensi kecelakaan kerja yang cukup tinggi.
Tidak ada satupun pekerja di lapangan yang memakai perlengkapan keselamatan. Padahal keselamatan kerja dilindungi Undang-undang.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material dan lemahnya penerapan standar keselamatan kerja tersebut.
Kami berharap Pemerintah dan instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat agar proyek yang bertujuan mendukung sektor pertanian tersebut dapat berjalan sesuai rencana, berkualitas, serta aman bagi para pekerja dan masyarakat sekitar. (Vid)
