Bayar Lunas 10 Juli, WiFi Rajeg Net Tetap Mati! Pelanggan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Bukti transfer sudah dikirim, layanan tetap padam. Konsumen mengaku CS Rajeg Net baru merespons setelah didatangi langsung ke kantornya.Tangerang, POTRETSATU.COM – Pelanggan WiFi Rajeg Net di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang mengeluhkan pelayanan yang dinilai mengecewakan. Salah satunya Nean Irawan, warga Rajeg yang juga menjabat sebagai Ketua Media Center Rajeg (MCR). Ia mengaku telah melunasi tagihan, namun layanan internetnya justru dimatikan oleh pihak penyedia.

Menurut Nean, pembayaran dilakukan pada 10 Juli 2026 dan bukti transfer telah dikirimkan ke Customer Service (CS) Rajeg Net pada hari yang sama. Namun setelah itu, nomor WhatsApp CS justru tidak dapat dihubungi, hanya menampilkan centang satu atau berstatus tidak aktif.

"Saya bayar tanggal 10/07/2026, tapi kenapa WiFi dimatikan? Padahal bukti transfernya sudah jelas dan sudah dikirim ke CS hari itu juga."kata Nean.

Nean menambahkan, Karena tidak kunjung mendapat respons, ia akhirnya mendatangi langsung kantor Rajeg Net pada Senin sore, 13 Juli 2026. Di sana, pihak CS berdalih bahwa nomor WhatsApp mereka sedang terblokir, sehingga konsumen yang melakukan pembayaran via transfer diwajibkan datang langsung membawa bukti pembayaran untuk diinput secara manual.

"Saya menilai mekanisme tersebut jauh dari kata profesional untuk sebuah penyedia layanan internet. Ia mengungkapkan bahwa setelah menunjukkan bukti transfer, layanan baru aktif kembali satu jam kemudian. itu pun hanya bertahan tiga jam sebelum kembali padam, " Ujarnya.

Kronologi Singkat
10 Juli 2026: Pembayaran dilakukan via transfer, bukti dikirim ke CS hari itu juga.
Pasca-pembayaran: WhatsApp CS tidak aktif / centang satu, WiFi tetap mati.
13 Juli 2026 (Senin sore): Konsumen mendatangi kantor Rajeg Net langsung.
Setelah 1 jam: Layanan aktif kembali, namun hanya bertahan 3 jam.
Alasan CS: Konsumen diminta tambahan biaya Rp10.000 untuk "penambahan MBPS" tanpa informasi sebelumnya.

Lanjut Nean, alasan yang diberikan pihak CS soal biaya tambahan tersebut tidak pernah disampaikan sebelumnya kepada pelanggan. Ia merasa hal ini menunjukkan kurangnya transparansi dalam pengelolaan layanan.

"Saya sebagai konsumen merasa dirugikan dan tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum," tegasnya kepada awak media.

Sementara itu, salah satu CS Rajeg Net yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan adanya biaya tambahan yang dimaksud.

"Konsumen harus bayar biaya tambahan sebesar Rp10.000 sebagai biaya penambahan MBPS." Ungkap nya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen Rajeg Net belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pelanggan tersebut. PotretSatu.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang bagi pihak manajemen Rajeg Net untuk memberikan klarifikasi. (Tim JTR).