108 Siswa PKBM Himata Sindang Jaya Raih Kelulusan Program Pendidikan Kesetaraan Tahun Ajaran 2025/2026

Acara kelulusan dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten, unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, perangkat Desa Sindang Sono, hingga para wali murid yang menyaksikan langsung perjuangan anak didik menuntaskan jenjang pendidikan kesetaraan.FOTODua siswi PKBM Himata memperlihatkan ijazah kelulusan dalam acara Selamat Atas Kelulusan Siswa-Siswi Sekolah PKBM Himata, Minggu (21/6/2026). (Foto: POTRETSATU.COMHarso). 

Tangerang, POTRETSATU.COM - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Himata yang beralamat di Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, menggelar acara kelulusan bagi siswa-siswi program pendidikan kesetaraan tahun ajaran 2025/2026, Minggu (21/6/2026). 

Acara ini dihadiri Anggota Dewan Provinsi Banten Ahmad Dedi Muhdi, M.M., Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Suhanda, S.Pd., M.M., M.Si., serta unsur pemerintahan Desa Sindang Sono dan para wali murid.

Kepala Sekolah PKBM Himata, Madsoni, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, baik dari pemerintah daerah Kabupaten Tangerang, unsur legislatif, para tutor, orang tua, maupun masyarakat yang selama ini turut mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah tahun ini ada 108 siswa yang mendapatkan kelulusan di PKBM Himata,” ujar Madsoni.

Sekilas Kelulusan PKBM Himata 2025/2026
Total lulusan: 108 siswa
Program: Pendidikan Kesetaraan – Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), Paket C (setara SMA)
Lokasi: Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang
Waktu pelaksanaan: Minggu, 21 Juni 2026
Tamu hadir: Anggota DPRD Provinsi Banten Ahmad Dedi Muhdi, M.M.; perwakilan Dikmas Disdik Kabupaten Tangerang Suhanda, S.Pd., M.M., M.Si.; perangkat Desa Sindang Sono; wali murid.
FOTO : Suasana prosesi kelulusan siswa-siswi PKBM Himata yang berlangsung khidmat di Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Minggu (21/6/2026). (Foto: POTRETSATU.COM/harso).

Madsoni menjelaskan, kehadiran PKBM Himata memiliki visi meningkatkan akses pendidikan kesetaraan guna mewujudkan masyarakat yang cerdas, terampil, mandiri, dan berakhlak mulia, melalui proses pembelajaran yang membekali peserta didik dengan kecakapan hidup (life skill) sesuai perkembangan zaman.

Ia menambahkan, momen kelulusan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun latar belakang. Dengan ijazah yang diraih, para peserta didik diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, menghadapi tantangan dunia kerja, atau mengembangkan usaha secara mandiri demi masa depan yang lebih baik.

“Kelulusan pada hari ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. PKBM Himata akan terus hadir untuk melayani masyarakat Kabupaten Tangerang yang putus sekolah.”Madsoni, M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Himata. 

Madsoni juga menegaskan komitmen lembaganya untuk terus menjangkau masyarakat yang belum terjangkau dan melayani yang belum terlayani, khususnya warga Kabupaten Tangerang yang putus sekolah dan membutuhkan jalur alternatif menuntaskan pendidikan.

Sementara itu, salah seorang perwakilan siswa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PKBM Himata atas kehadirannya yang membantu masyarakat putus sekolah. Ia mengaku, dengan diraihnya ijazah kesetaraan, dirinya dan teman-temannya kini memiliki modal untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memenuhi salah satu syarat administrasi dalam mencari pekerjaan.

“Sekali lagi terima kasih PKBM Himata, terutama kepada para guru yang sudah memberikan ilmu bermanfaat kepada kami semua. Tidak lupa juga kepada Kepala Sekolah PKBM Himata atas nasihatnya yang bermakna, sehingga kami merasa bersemangat belajar untuk meraih cita-cita. Insya Allah kami semua tidak akan pernah melupakan jasa-jasanya,” ucap perwakilan siswa tersebut.

Acara kelulusan ini turut menjadi penegas peran PKBM dalam ekosistem pendidikan nonformal di Kabupaten Tangerang, sebagai jalur alternatif bagi warga yang sebelumnya tidak dapat menuntaskan pendidikan formalnya melalui jalur sekolah reguler. (Harso).