Miris ! Anggaran Negara Rp119 Juta, Diduga Pemasangan U-Ditch Malah Ditanam di Tanah Basah dan Tergenang Air

Tangerang, POTRETSATU.COM– Proyek pembangunan saluran air tipe U-Ditch bersumber dana APBD Kabupaten Tangerang senilai Rp119.806.000,- di wilayah RT 03 RW 014 Perum Binong, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, menjadi sorotan tajam.

Pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Langlang Buana Cemerlang dinilai menyimpang dari standar teknis dan berpotensi gagal manfaat di kemudian hari.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, Sabtu (9/5/2026), pekerjaan pemasangan saluran sepanjang 86 meter tersebut dilakukan saat kondisi galian masih tergenang air dan tanah sangat berlumpur. Hal ini jelas melanggar kaidah teknik sipil yang mewajibkan tanah dasar dalam keadaan kering, padat, dan stabil sebelum material dipasang.

Tim pemantau menemukan sejumlah kelalaian fatal dalam pelaksanaan,

Kondisi Lokasi Basah dan Berlumpur, Pemasangan U-Ditch langsung dilakukan di atas tanah becek yang terisi air, tidak dikeringkan terlebih dahulu.

Tanpa Lantai Kerja, Belum terpasang lapisan dasar berupa beton kurus (lean concrete) maupun hamparan pasir urug sebagaimana tertuang dalam spesifikasi teknis. Padahal lapisan ini berfungsi sebagai alas agar saluran rata dan kuat menahan beban. Risiko Tinggi Pergeseran, Karena dasar tanah lembek dan tidak dipadatkan bertahap, saluran dikhawatirkan akan turun atau bergeser dalam waktu singkat setelah proyek selesai.

Lingkungan Kerja Berantakan,Tanah galian menumpuk sembarangan di pinggir jalan hingga menyempitkan akses warga dan mengganggu kenyamanan.

Merespons kondisi tersebut, Ketua Umum LSM AMPPL Indonesia, M. Guruh, menyatakan sangat menyayangkan pelaksanaan proyek yang menggunakan uang rakyat ini dikerjakan asal jadi. Ia menegaskan aturan main harus dipakai.

"Ini uang APBD, uang rakyat senilai hampir 199 Juta rupiah. Sangat disayangkan pelaksana CV Langlang Buana Cemerlang mengerjakannya tanpa peduli spesifikasi teknis. Masa saluran air dipasang di kubangan air dan lumpur? Tanpa alas beton kurus, nanti hasilnya pasti miring, turun, dan rusak dalam waktu dekat." tegas M. Guruh.M. Guruh juga mengancam akan menindaklanjuti secara administratif jika tidak ada perbaikan.

"Kami akan segera layangkan surat resmi ke Pemborong, Dinas terkait maupun DPRD. Prinsip kami satu: PEKERJAAN INI HARUS DIULANG. Harus dibongkar kembali, dikeringkan tanahnya, dipadatkan, dipasang lantai dasar sesuai RAB baru dipasang U-Ditchnya. Jangan sampai uang negara habis tapi hasilnya sampah." tambahnya dengan nada tegas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Langlang Buana Cemerlang belum dapat dikonfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan yang dinilai menyimpang tersebut. Warga berharap instansi pengawas segera turun tangan agar pembangunan benar-benar bermanfaat dan awet. (Pakja Wartawan Curug)