Aktivis Muda Curug Prihatin , Adanya Perang Sarung, Petasan dan Balap Liar di Bulan Suci Ramadan

Tangerang, POTRETSATU.COM - Sebagai aktivis pemuda Ade Putra melihat fenomena ini bukan sekadar masalah "anak nakal", melainkan adanya krisis ruang ekspresi dan pencarian identitas yang salah arah.

"Jujur hati saya bergetar. Bukan karena takut, tapi karena prihatin melihat adik-adik kita, aset masa depan bangsa, justru menghabiskan energi di bulan suci ramadan ini dengan aktivitas yang bertaruh nyawa: balap liar, perang sarung, dan petasan, " Kata Ade Putra Aktivis Pemuda Curug.

Ade Putra menambahkan, sebagai orang yang pernah besar di organisasi kepemudaan, dirinya paham betul bahwa anak muda punya energi yang meluap. Namun, energi tanpa arah adalah kehancuran. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk bergerak:

1. Untuk Adik-Adikku di Jalanan:
Keberanian itu ada di kepala dan di dada, bukan di gas motor atau ujung sarung yang diisi batu. Ingatlah wajah ibumu yang menunggumu pulang untuk sahur. Jangan biarkan Ramadan tahun ini berakhir di rumah sakit atau di balik jeruji besi. Kalian adalah calon pemimpin, mulailah memimpin diri sendiri sebelum memimpin bangsa.

2. Untuk Para Orang Tua (Garda Terdepan):
Mari kita lebih cerewet demi keselamatan. Pastikan anak-anak kita sudah di rumah maksimal pukul 22.00 WIB. Jangan beri izin membawa motor jika hanya untuk ajang gagah-gagahan. Pengawasan kita hari ini adalah bentuk kasih sayang yang paling nyata.

Ramadan adalah bulan kemenangan melawan nafsu, bukan bulan memupuk permusuhan. Mari kita kembalikan marwah bulan suci ini dengan kedamaian. Jangan sampai ada tangis penyesalan di hari lebaran nanti hanya karena kelalaian kita hari ini. (Harso).