Tangerang, Potretsatu.com – Warga kampung bulak Entin RT.02/06 Desa Gempol sari, Kecamatan Sepatan timur, Kabupaten Tamgerang, kembali dibuat resah oleh maraknya pembangunan di atas irigasi persawahan. Aktivitas pembangunan tanpa izin di badan iritasi itu diduga kuat menjadi penyebab utama banjir yang terus menghantui lingkungan tersebut setiap musim hujan.
Warga menilai, pembangunan liar yang menutup irigasi telah menghambat aliran air, sehingga saat curah hujan tinggi, air meluap ke permukiman. Mereka juga menuding adanya pembiaran dari pihak berwenang.
“Setiap musim hujan, rumah kami selalu kebanjiran. Air tidak bisa mengalir karena sungainya tertutup bangunan liar dan coran. Kami mohon Pemerintah Desa,Kecamatan dan Kabupaten segera turun tangan menertibkan bangunan itu. Kami butuh perhatian pemerintah,” keluh salah satu warga bulak Entin, Senin (12/1/26).
"Percuma dibuatin drainase di jalan lingkungan juga, kalau irigasi di depan itu Masi banyak bangunan liar dan atas irigasi di cor, jadi sampah tersumbat. Satu- satunya cara agar banjir tidak berdampak ke lingkungan kami, harus di bongkar bangunan liar dan normalisasi kembalikan irigasi pada fungsinya" jelas warga.
"Kami bersama warga terdampak banjir akan bersurat kepada pemerintah Kecamatan dan Pol PP Kabupaten agar segera bertindak" tandasnya.
Ketika tim media mencoba mengonfirmasi ke RT setempat membenarkan bahwa aktivitas pembangunan di atas irigasi telah mempersulit upaya normalisasi dan pembersihan saluran air. “Sungainya makin dangkal karena tertutup bangunan di atasnya. Kalau hujan deras, air langsung meluap. Kami tidak bisa berbuat banyak karena itu bukan kewenangan kami,” ujar RT.
(Vid)
