Foto bersama jajaran PW IPNU Banten dan pimpinan cabang IPNU se-Provinsi Banten usai pelaksanaan RAPIMWIL II di Graha Aswaja NU, PCNU Kota Tangerang Selatan, Rabu (28/10/2026).Tangerang, POTRETSATU.COM – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Provinsi Banten menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) II di Graha Aswaja NU, PCNU Kota Tangerang Selatan, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan gagasan dan rekomendasi untuk disampaikan dalam Kongres IPNU XXI di Kendal, Jawa Tengah, pada 26–30 November 2026.
Mengusung tema "Satu Barisan, Satu Arah Gerakan dan Satu Tujuan", RAPIMWIL II diikuti jajaran PW IPNU Banten dan pimpinan cabang IPNU se-Provinsi Banten. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, menyatukan pandangan, dan membahas arah gerakan organisasi ke depan.
Harapan dari PCNU Tangsel
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan sekaligus Bendahara Umum Pimpinan Pusat Majelis Alumni (MA) IPNU, KH. Abdullah Mas'ud, M.Si., mengapresiasi PW IPNU Banten dan seluruh pimpinan cabang yang menyelenggarakan RAPIMWIL II di Tangerang Selatan.
"Mudah-mudahan dalam pertemuan ini menghasilkan rumusan-rumusan penting untuk nanti disampaikan saat di Kongres," ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya posisi IPNU dalam kaderisasi Nahdlatul Ulama.
"IPNU itu hulunya kaderisasi NU, bahwa IPNU itu kader utamanya NU," tegasnya.
Menurutnya, IPNU bukan sekadar organisasi pelajar biasa, melainkan memiliki tanggung jawab besar menyiapkan generasi penerus dan melestarikan Jam'iyah Nahdlatul Ulama.
Soliditas dan Aspirasi Daerah
Ketua PW IPNU Banten, Rekan M. Riziq Shihab, menekankan pentingnya menjaga soliditas dan menyatukan langkah seluruh pimpinan cabang di Banten.
"RAPIMWIL II ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan menyamakan arah gerakan. Kita ingin seluruh pimpinan cabang bergerak dalam satu barisan, memiliki komitmen yang sama, dan bersama-sama membesarkan IPNU di Banten. Tema yang kita usung harus diwujudkan melalui kerja nyata, terutama dalam penguatan kaderisasi dan pengembangan organisasi," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil RAPIMWIL II tidak hanya menjadi catatan internal, tetapi perlu diterjemahkan menjadi gagasan dan rekomendasi yang dibawa ke tingkat nasional. Menurutnya, aspirasi dari daerah penting disampaikan dalam Kongres IPNU XXI agar arah kebijakan organisasi mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan pimpinan wilayah maupun cabang.
Tindak Lanjut Hasil Rapat
Sekretaris PW IPNU Banten, Rekan Nasyudin Rumi, menyoroti pentingnya menindaklanjuti hasil RAPIMWIL II secara terarah.
"Melalui RAPIMWIL II ini, berbagai pandangan dan aspirasi dari pimpinan cabang menjadi bagian penting dalam menyusun rumusan organisasi. Hasil pembahasan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan yang disiapkan PW IPNU Banten untuk disampaikan dalam Kongres IPNU XXI di Kendal, Jawa Tengah," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pimpinan wilayah dan cabang agar rumusan yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti secara konsisten, sehingga RAPIMWIL II tidak berhenti pada forum pembahasan, tetapi menghasilkan arah dan langkah yang jelas.
Melalui forum ini, PW IPNU Banten berupaya membawa aspirasi daerah dalam pembahasan arah organisasi di Kongres IPNU XXI. Rumusan yang disiapkan diharapkan memperkuat kaderisasi, konsolidasi, dan keberlanjutan gerakan IPNU.
Dengan semangat "Satu Barisan, Satu Arah Gerakan dan Satu Tujuan", PW IPNU Banten berharap seluruh pimpinan cabang terus bergerak bersama, memperkuat kaderisasi, serta menjalankan khidmat organisasi bagi pelajar, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama. (Riki).