CV Bouver Sarana Inovasi diduga memangkas ketebalan Hotmix di Jalan Karo Kelurahan Kelapa Dua Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Pelaksana dan PPTK belum memberi tanggapan.
FOTO : Papan informasi proyek penataan Jalan Kano RT 001/RW 009, Kelurahan Kelapa Dua, yang dikerjakan CV Bouwer Sarana Inovasi dengan biaya Rp97.437.000 dari APBD Kabupaten Tangerang 2026. (Foto: Tim Pokja Wartawan Curug.).
Tangerang, POTRETSATU.COM - Proyek pemeliharaan jalan aspal (hotmix) di Jalan Kano RT 001 RW 009, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kembali menuai perhatian. Berdasarkan pemantauan media, proyek tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, terutama terkait ketebalan lapisan aspal. Proyek yang dikerjakan oleh CV Bouwer Sarana Inovasi ini menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah hal yang dipertanyakan dalam pelaksanaannya, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, lapisan hotmix terlihat relatif tipis. Secara visual, ketebalannya diduga mengalami pengurangan sekitar 1 hingga 2 sentimeter. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Selain persoalan ketebalan, awak media juga mempertanyakan apakah terdapat agregat yang digelar sebelum penghamparan hotmix. Dugaan tersebut tentunya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis di lapangan, sehingga dapat diketahui apakah seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan.
Data Proyek
| Nama Proyek | Penataan Jalan (Hotmix), Jl. Kano RT 001 RW 009, Kel. Kelapa Dua, Kec. Kelapa Dua |
| Lokasi | Kelurahan Kelapa Dua |
| Pelaksana | CV Bouwer Sarana Inovasi |
| Waktu Pelaksanaan | 21 hari kalender |
| Biaya | Rp97.437.000 |
| Sumber Dana | APBD Kabupaten Tangerang 2026 |
Untuk memperoleh kejelasan, awak media telah berupaya mengonfirmasi AL selaku pelaksana pekerjaan mengenai sejumlah hal, di antaranya apakah terdapat agregat yang digelar sebelum penghamparan hotmix, berapa ketebalan hotmix yang ditetapkan dalam spesifikasi pekerjaan dibandingkan dengan ketebalan yang direalisasikan, serta berapa tonase hotmix yang digunakan atau digelar dalam pekerjaan tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, AL selaku pelaksana pekerjaan belum memberikan respons atau tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media.
“Seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.”
PPTK Kecamatan Kelapa Dua Juga Belum Memberikan Penjelasan
Sementara itu, Avi selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) Kecamatan Kelapa Dua turut dikonfirmasi awak media terkait adanya dugaan pekerjaan hotmix yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Konfirmasi tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai fungsi pengawasan, khususnya terkait ketebalan hotmix, tahapan pekerjaan, penggunaan agregat, serta volume atau tonase material yang digunakan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Avi belum memberikan tanggapan maupun penjelasan terkait dugaan tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah pertanyaan mengenai kualitas dan kesesuaian pekerjaan masih belum mendapatkan kejelasan. (Tim Pokja Wartawan Curug).