Prosesi wisuda berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur serta dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, ulama, dan tokoh masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Banten, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Ketua PCNU Kabupaten Lebak.
Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Sekretaris Umum MUI Kabupaten Lebak, Ketua Baznas Kabupaten Lebak, Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Kapolres Lebak, para pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, alim ulama, serta para wali santri.
Kiyai Ade Bujhaerimi Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Kanza menyampaikan bahwa wisuda perdana ini merupakan buah dari ikhtiar panjang dalam membangun lembaga pendidikan Islam yang memadukan nilai-nilai kepesantrenan dengan sistem pendidikan modern. Sebanyak 23 santri angkatan pertama yang diwisuda diharapkan menjadi generasi yang memiliki keunggulan intelektual, spiritual, dan sosial dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, dan negara.
"Kami berharap para alumni Al-Kanza menjadi generasi yang mampu memadukan kedalaman spiritual, keluasan ilmu pengetahuan, dan kecakapan menghadapi tantangan zaman, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara." Sahut beliau.
Kehadiran para pejabat, ulama, dan tokoh masyarakat menunjukkan besarnya dukungan terhadap eksistensi Pondok Pesantren Modern Al-Kanza sebagai bagian dari pilar pendidikan Islam dan penguatan sumber daya manusia di Kabupaten Lebak. Pesantren di Indonesia telah lama berperan sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan karakter umat.
Dalam suasana penuh kebersamaan, para wali santri turut menyampaikan rasa haru dan bangga atas keberhasilan putra-putri mereka menuntaskan pendidikan di angkatan pertama.
Wisuda perdana ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang Pondok Pesantren Modern Al-Kanza dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal pengabdian untuk menebarkan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.” tutup beliau.
