Bertahun-tahun Terabaikan, Riki Ade Suryana Warga Kelurahan Sepatan, Keluhkan Terkait Kerusakan Jalan Paving Blok Di Gang Nya dan Sering Kebanjiran. ‎

‎TANGERANG, Potretsatu.com - Akses jalan yang layak nampaknya masih menjadi barang mewah bagi warga di wilayah RT.004 RW.002, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan. Riki Ade Suryana, salah seorang warga setempat, meluapkan kekecewaannya atas kondisi jalan paving blok di gang menuju rumahnya yang rusak parah selama bertahun-tahun tanpa ada solusi nyata dari pemangku kebijakan tingkat bawah.

‎Riki mengaku telah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak Ketua Rukun Tetangga (RT). Namun, ia justru mendapati pola jawaban yang sama antara Ketua RT lama maupun Ketua RT yang baru menjabat beberapa bulan lalu. Keduanya kompak berdalih bahwa perbaikan jalan telah diajukan dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

m

‎"Jawaban mereka sama persis, katanya sudah didata dan mau diperbaiki segera. Tapi kenyataannya, sampai ganti kepengurusan RT pun, tidak ada satu pun batu paving yang diganti. Ini seperti hanya janji untuk menenangkan warga tanpa aksi nyata," tegas Riki.

‎Lantaran tak kunjung mendapat perhatian pemerintah, Riki terpaksa mengambil inisiatif mandiri. Selama ini, ia dan warga berupaya menambal lubang-lubang jalan dengan puing-puing bangunan dan batu bekas seadanya agar jalan tetap bisa dilalui. Hal ini menjadi potret miris di mana warga harus bekerja sendiri di saat aparat lingkungan seharusnya menjadi jembatan pembangunan.

‎Kondisi semakin memprihatinkan saat hujan turun. Akibat buruknya drainase, gang tersebut kerap terendam banjir. Riki mengungkapkan bahwa jalanan menjadi mustahil dilewati dengan alas kaki biasa atau sandal.

‎"Kalau sudah hujan, kami seperti terisolasi. Mau lewat jalan kaki pakai sandal saja tidak bisa, harus pakai sepatu boot. Ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari," keluhnya.

‎Penyebab utama banjir diduga kuat karena adanya kegagalan teknis dalam pembangunan infrastruktur. Saluran air (U-Ditch) yang dibangun justru memiliki elevasi yang lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan paving blok tersebut.

‎Bukannya mengalirkan air, konstruksi ini justru membuat air terjebak dan merendam jalanan pemukiman.

‎Kondisi ini memicu kritik tajam mengenai efektivitas pengawasan proyek di tingkat kelurahan. 

‎Riki mendesak agar pihak  Pemerintah Kelurahan Sepatan dan Kecamatan Sepatan tidak menutup mata, ia meminta pemangku kebijakan segera turun ke lapangan untuk melihat langsung, juga mengambil langkah tegas dan aksi nyata untuk segera mengatasi dan memperbaiki terkait banjir serta kerusakan jalan paving blok di gang menuju rumahnya yang rusak parah selama bertahun-tahun., tutupnya dengan nada kecewa.


(Red)